Monday, May 7, 2012

My Story

 Page -4-
“Gimana lagunya?”
“Ha? Bagus kok?”
“Cocok kan kalau buat nembak cewek?”
“Hmm.. Pasti. Apalagi permainan gitarmu sangat bagus.”
“Nanti sore aku akan menyatakan cintaku pada Helga. Kamu sudah tahu orangnya kan? Sewaktu kita berada di Balairung UKSW. Aku menunjukkan gadis yang memakai kaos bergambar Spongebobs. Apa kau ingat?”
“Ya aku ingat.”
Seketika itu juga tubuhku lemas tak bertenaga. Selama ini aku salah. Bukan aku gadis itu. Namun Helga. Mengapa aku baru sadar bahwa saat lomba itu, ia memakai kaos bergambar tokoh kartun Patrick dan itu ada hubungannya dengan Helga yang memakai kaos bergambar tokoh kartun Spongebobs. Betapa tololnya aku mencintai orang yang mencintai orang lain.
“Apa kau tidak apa-apa?” tanyanya padaku penuh heran karena ia melihat raut wajahku yang tiba-tiba pucat.
“Ya aku tak apa-apa.”
“Ah, kau kan teman yang baik kan? Pasti kau mau membantuku menyiapkan kejutan nanti sore?”
“Pastilah. Aku akan membantumu.”
“Tolong belikan mawar kuning sebatang saja dan satu boneka Spongebobs. Karena Helga sangat menyukai tokoh kartun Spongebobs.”
“Oke.”
Tyok cepat-cepat pulang dari rumahku. Mungkin ia ingin mempersiapkan diri. Mengapa tubuhku masih tak bertenaga. Tak sadar air mataku menetes. Tak bisa aku menahannya. Aku ingin berteriak. Aku kesal mengapa aku terlalu berharap bahwa Tyok juga mencintai aku? Aku bodoh. Aku tak berpikir bahwa aku tidak pantas untuk mencintainya. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku hanya bisa terdiam. Kira-kira satu jam aku hanya duduk dan menangis. Menyesali perasaanku sendiri. Perasaan yang tak berarti lagi. Namun, aku sudah berjanji kepadanya untuk membantunya menyiapkan rencananya itu. Aku berdiri dan berjalan ke toko bunga. Aku melihat sebatang bunga mawar kuning yang terpajang di etalase toko bunga itu. Tanpa pikir panjang, aku langsung membelinya. Kemudian aku pergi ke toko boneka di seberang jalan toko bunga. Aku membeli boneka sesuai perintah Tyok.
Semua telah siap. Tinggal menunggu kedatangan Helga. Helga datang dan Tyok langsung menyanyikan lagu:
Sudah katakan cinta
Sudah ku bilang sayang
Namun kau hanya diam
Tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
 “Apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan pacarku?” Kata-kata itu terucap dari bibir Tyok dengan lancar dan tegas. Mungkin ia sudah berlatih di depan cermin untuk berbicara kepada Helga sehingga tidak terlihat gugup.
“Apabila aku boleh memanggilmu dengan sebutan pacarku, ambilah boneka Spongebobs ini. Namun, apabila aku tidak boleh memanggilmu dengan sebutan pacarku, ambilah bunga mawar kuning ini.”
Ya memang benar, aku mendengarnya menyanyikan lagu itu lagi. Namun, ia menyanyikannya untuk gadis yang benar-benar ia cintai. Bukan aku. Helga gadis yang beruntung. Pasti saja dia menerima permintaan Tyok untuk menjadi kekasih hatinya.
“Aku ambil boneka ini ya.” Helga menjawab dengan yakin.
Seharusnya aku juga bahagia melihat orang yang aku cintai juga bahagia walaupun bersama orang lain. Aku memang harus belajar tersenyum melihat mereka bahagia. Air mataku tak terbendung lagi. aku menangis di tempat itu. Saat Tyok melihatku menangis, ia menghampiriku. Aku memeluknya erat.
“Kau kenapa?”
“Aku bahagia.”
“Terima kasih kau mau membantuku.”
“Tentu saja aku mau.”
Aku tak ingin melepas pelukan ini. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tyok sudah bersama Helga.
Aku membuka buku catatan harianku. Aku menyelipkan foto yang aku ambil secara diam-diam, fotonya saat sedang bermain gitar dan aku menuliskan dibelakang foto itu:
I love you more than any word can say
I love you more than every action I take
I will be right here loving you till the end

No comments:

Post a Comment