Tuesday, December 3, 2013

Lunturnya Nilai Pancasila dalam Kehidupan Remaja Indonesia



Globalisasi dan modernisasi semakin bertumbuh pesat di era modern seperti sekarang. Berbagai dampak muncul dalam segala aspek kehidupan, baik itu dampak secara positif maupun dampak secara negatif. Globalisasi memiliki dampak positif yaitu salah satu contoh pengetahuan yang dimiliki tak sebatas negara atau bahkan daerah itu saja, tapi juga mencakup daerah yang lebih luas. Namun, sebagai remaja Indonesia, kita harus paham dan kritis terhadap lingkungan kita bahwa globalisasi juga memiliki banyak dampak negatif yang kini sangat signifikan terlihat, yaitu mulai pudarnya rasa cinta kepada Pancasila dan kurangnya pengamalan dan penghayatan Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam pengamalan dan penghayatan Pancasila kurang menjadi perhatian yang penting bagi kalangan remaja Indonesia. Nilai-nilai Pancasila seakan dilupakan.
Pancasila? Pancasila adalah dasar negara kita yang semestinya dijadikan dasar dan pandangan dari segala aspek dalam kehidupan para remaja. Pancasila adalah dasar, pandangan, pedoman yang harus dijadikan dasar dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Pancasila telah menjadi ideologi Bangsa Indonesia. Pancasila juga sebagai cita-cita yang ingin dicapai Bangsa Indonesia. Apakah saat ini cita-cita Bangsa Indonesia sudah tercapai? Dalam realita, masih kita lihat banyak, masyarakat khususnya remaja sebagai subjek yang dibahas, belum mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupannya. Padahal kita semua tahu bahwa remaja adalah aset penerus bangsa. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan dirinya sendiri, melakukan hal – hal yang mereka sukai tanpa berlandaskan Pancasila. Jika dalam usia remaja saja mereka tidak mencintai Pancasila, mau jadi apa negara ini kelak.
Kita tidak akan pernah dapat menyelesaikan suatu permasalahan apabila kita tidak mengerti bagaimana masalah itu terjadi. Nah, apa yang menyebabkan rasa cinta remaja terhadap Bangsa Indonesia mulai luntur?

1.      Kurangnya pendidikan pancasila.
Remaja adalah aset bangsa. Di dalam lingkungan sekolah kita rasa pendidikan Pancasila masih sangat kurang. Pendidikan moral juga sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan remaja menjadi seorang dewasa yang akan lepas ke dunia yang lebih keras. Indonesia perlu membentuk para remaja yang berkualitas, yang cinta pada tanah airnya sendiri dalam segala aspek kehidupan. Kalau remaja sudah tidak peduli pada nasib bangsanya, siapa yang akan melanjutkan cita-cita Bangsa Indonesia melalui perwujudan Pancasila?  
2.      Kurangnya peranan pendidikan Agama dalam pembentukan sikap remaja.
Agama selalu membawa manusia pada jalan yang benar. Agama mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik bagi sesama. Pendidikan Agama seharusnya dapat meminimalkan kenakalan-kenakalan remaja yang acuh terhadap negaranya sendiri. Kehidupan remaja Indonesia akan sangat bermanfaat apabila memiliki kesadaran terhadap pentingnya Pancasila dalam kelangsungan hidup bermasyarakat.
3.      Penyimpangan nilai – nilai Pancasila.
Kenakalan remaja juga termasuk penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila. Bagaimana tidak, Pancasila mengajarkan pada kita untuk mengutamakan Tuhan didalam hidup kita, memiliki rasa simpati dan empati, bersatu padu walaupun kita memiliki perbedaan satu sama lain, dan tidak mengutamakan pribadi, serta bersikap adil kepada sesama kita. Itu hanya beberapa contoh kecil yang diberikan Pancasila. Namun, dalam realita kehidupan masih banyak remaja yang melakukan kenakalan remaja tanpa merasa bersalah pada diri sendiri, keluarga, dan negara. Lalu dimana remaja Indonesia yang masih cinta terhadap Pancasila dan tanah airnya?
Dengan pemaparan beberapa  penyebab lunturnya nilai Pancasila pada remaja, bagaimana cara menumbuhkan kembali rasa cinta remaja pada Pancasila? Kita sebagai remaja yang merupakan penerus bangsa seharusnya menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan kita. Nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang lahir dan merupakan tujuan mulia dari pendiri bangsa Indonesia yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita. Pendidikan Pancasila yang ada dalam sistem Pendidikan Nasional merupakan cara terbaik dan brilian guna menjadikan remaja semakin mengerti akan nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Bukan hanya melalui teori saja, tapi pendidikan Pancasila juga harus diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya di sekolah, Bapak dan Ibu Guru perlu memberikan teladan yang baik bagaimana kita mencintai dan mengharigai Pancasila.
Selain itu, Pendidikan Agama merupakan pendukung terbaik dari Pendidikan Pancasila yang merupakan pendidikan yang mengajarkan tentang akhlak yang bisa membatasi perilaku negatif remaja. Agama selalu mengajarkan kita untuk memiliki kehidupan yang berguna bagi sesama kita. Agama mengajarkan kita untuk mengasihi sesama, orangtua, keluarga, dan negara kita. Dengan penndidikan Agama, secara tidak langsung nilai-nilai Pancasila masuk ke dalam materi pembelajaran bagi remaja.
Terkikisnya rasa cinta kepada Pancasila memang banyak dipengaruhi oleh arus globalisasi. Dalam hal ini tidak ada yang perlu dipersalahkan, terlebih remaja itu sendiri. Adanya pelajaran Pancasila ditekankan pada aspek moral dan Pendidikan Agama mungkin bisa menghambat atau paling tidak mengekang adanya perilaku remaja yang menyimpang. Dengan Pendidikan Agama remaja akan lebih bertanggung jawab dalam menjalani hidupnya dan dengan Pendidikan Pancasila remaja akan lebih tau batasan-batasan dalam bergaul sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan adanya pendidikan Pancasila setidaknya bisa membatasi arus globalisasi terhadap remaja, dengan itu identitas diri remaja Indonesia bisa tertanam dalam kehidupan remaja.
Jadi pendidikan Pancasila dan pendidikan Agama dapat menjadi salah satu cara dalam menumbuhkan kembali rasa cinta kepada Pancasila. Kita sebagai remaja Indonesia harus memiliki kesadaran tinggi bahwa nasib bangsa Indonesia ada di genggaman tangan kita. Jangan pernah menyia-nyiakan perjuangan pahlawan hingga dilahirkannya Pancasila yang menjadi pedoman, pendangan, dasar hidup Bangsa Indonesia saat ini. Sudah cukupkah apa yang kita lakukan bagi Bangsa Indonesia?



-Vania Elysia-


No comments:

Post a Comment